Cerpen “Maaf Ibu…Aku belum Sempat Membahagiakanmu” – Sedih dan Terharu

maaf_ibu_aku_belum_sempat_membahagiakanmuKisah ini berawal dari Zuzu duduk dibangku kelas satu SMA. Saat itu ia berumur 15 tahun dan ia tidak punya Ayah semenjak ia berumur 5 tahun. Setiap sore sepulang dari sekolah ia selalu membantu pekerjaan ibunya sebagai penjual buah dipasar. ia tidak merasa malu dengan teman-teman karena selama yang dilakukannya tidak merugikan orang lain ia tidak akan pernah malu. hasil buah yang mereka jual terkadang mendapatkan untung yang banyak namun terkadang hanya sedikit. Untung yang didapatkan sudah cukup untuk menyambung hidup mereka dan terkadang ibunya tidak lupa menyisihkan sedikit uang dan menyimpannya.

Zuzu adalah anak yang pintar disekolahnya, ia selalu mendapatkan juara kelas baik ketika ia masih duduk di bangku sekolah menengah pertama maupun di sekolah menengah atas. Ia juga mempunyai banyak teman dan ia mudah bergaul dan bersosialisasi dengan masyarakat disekitarnya. Tidak heran ia dikenal dengan anak ramah dan baik.

Hingga akhirnya, Zuzu harus meninggalkan Ibunya untuk melanjutkan pendidikannya di Kota. Ibunya terlihat sangat sedih dan seakan tidak ingin berpisah dengan anaknya. Zuzu berjanji tidak akan mengecewakan Ibunya. Ibunya selalu mengingatkan hal yang baik kepada Zuzu. Ibunya selalu mengirimkan uang kepada anaknya setiap bulan, ibunya selalu mengakhawatirkan Zuzu ketika tidak ada kabar dari Zuzu. Ibunya menangis dalam kesendirian dan kerinduannya kepada Zuzu. Ibunya rela berkorban apapun demi Zuzu. Ibunya sangat mengharapkan Zuzu menjadi orang yang sukses. Selalu ada doa dari ibu Zuzu, doa yang terbaik buat anaknya.

Empat tahun lamanya pendidikan Zuzu akhirnya selesai dan mendapat gelar sarjana. Kini saatnya ia pulang dan bertemu dengan ibunya dan keluarganya yang ada dikampung halaman. Tidak ada sikap Zuzu yang berubah, ia tetap ramah, baik dan sopan santun. Ibunya sangat bahagia melihat anaknya sukses dan kembali dengan mendapat gelar sarjana. Rasa lelah ibunya selama ini terbayar dengan diterimanya Zuzu bekerja di suatu perusahaan ternama di Kota tempat Zuzu kuliah. Hampir sebulan Zuzu bersama ibunya dan menghabiskan waktunya bersama keluarga dan ibunya.

Tiba saatnya, esok hari Zuzu akan kembali ke Kota dan bekerja disana. Banyak pengalaman yang Zuzu ceritakan kepada ibunya semasa ia masih kuliah di Kota. Ia sangat banyak mendapatkan pengalaman hidup yang membuat dia saat ini semakin kuat dan tabah mengahadapi berbagai rintangan dan cobaan dalam kehidupan. Zuzu meneteskan air mata dan memeluk ibunya yang sangat ia sayangi. Ia berjanji akan membahagiakan ibunya dan tidak akan mengecewakan Ayahnya yang telah pergi untuk selamanya.

Sekitar pukul setengah tiga pagi sebelum ia berangkat pukul enam pagi kekota, Zuzu melakukan sholat tahajjud, meminta ampunan dan memohon kepada Allah agar semuanya diberika kesehatan, diberi kelancaran dan diberi kemudahan. Sekitar pukul setengah enam pagi, ibunya terlihat panik kenapa Zuzu belum bersiap-siap dan kamarnya masih terkunci. Pukul enam pagi, ibunya semakin khawatir apa yang terjadi pada anaknya. Ibunya meminta kepada seorang tetangga agar mendobrak pintu. Ibunya melihat Zuzu dengan posisi sujud. Ibunya menyentuh Zuzu dan memaksa membangunkan Zuzu. Tiba-tiba Zuzu terjatuh kelantai, ibunya sangat terkejut dan menangis melihat seluruh tubuh anaknya pucat dan kaku. Ibunya sangat sedih dan meneteskan air mata ketika mengetahui anaknya sudah tidak bernyawa lagi. Tetangga dan keluarga Zuzu diberitahu tentang kabar itu. Semua orang terkejut dan tidak menduga Zuzu meniggalkan dunia secapat itu. Zuzu meninggal dalam keadaan sujud saat melakukan sholat tahajjud. sungguh ia meninggal dunia dalam keadaan husnul khotimah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s