Cerpen Misteri“Lantai 3”

Cerpen Misteri

“Lantai 3”

23 Maret 2009, di Kampus kuliah Andi dan Joni. Dosen menerangkan pelajaran yang kurang di mengerti oleh Andi dan Joni. Mereka pun kelihatannya kurang menyukai pelajaran tersebut, selain pelajaran susah dimengerti, dosennya juga terlalu keras dan pelit dalam penilaian. Andi dan Joni sering tidak masuk mata kuliah itu, tapi karena hari ini mereka ada ujian, dengan terpaksa Andi dan Joni masuk kelas dalam mata kuliah itu.

Pukul 4 sore, Ujian pun selesai. Tapi tiba-tiba salah seorang mahasiswi mengamuk kesurupan dan berterik seperti orang gila dan meminta makanan yang tak seharusnya dimakan oleh manusia. Ia meminta seekor anak ayam yang haus disediakan oleh siapa saja yang ada dalam kelas tersebut. Para mahasiswa dan mahasiswi tidak menuruti keinginan mahasisei yang kesurupan itu. Tiba-tiba 5 mahasiswi lainnya ikut kesurupan dan membuang meja dan kursi.

Dosen dan mahasiswa lainnya membantu mahasiswi yang kesurupan. Mahasiswa lainnya naik kelantai 3 untuk menyaksikan kesurupan masanl itu yang sebelumnya tidak pernah terjadi pada kampus itu. Semua dosen naik ke lantai 3 dan berusaha untuk menenangkan mahasiswi yang kesurupan. Andi memegang tangan salah satu mahasiswi yang kesurupan, Joni memegang kaki dan yang lainnya membantu dan menenengkan mahasiswi lainnya yang kesurupan juga.

Tiba-tiba terdiam, semua mahasiswai yang kesurupan pingsan. Andi dan Joni melapaskan pegangan mereka. Andi dan Joni mengira semuanya sudah selesai, tapi ternyata Andi, Joni dan yang lainnya kembali di kejutkan dengan mengamuknya kembali mahasiswi yang kesurupan. Kemudian diam lagi, dan yang kesurupan pun diangkat ke lantai 1. Terakhir, Andi, Joni dan teman mereka yang bernama Andini tinggal di lantai 3. Semua orang sudah turun kelantai 1.

Saat mereka bertiga turun dari lantai 3, Andini pingsan dan terjatuh kelantai. Andi dan Joni mengangkat Andini. Ketika di depan kelas lantai 3, Andini mengamuk dan berteriak kencang, memecahkan kaca jendela dan mencekik Joni. Andi minta tolong dan berusaha melepaskan cekikan Andini. Joni minta tolong dan berusaha melepaskan tangan Andini dari lehernya. Andi memukul kepala Andini dengan kursi karena Andi sudah panik dengan keadaan itu.

Andini tergeletak dilantai, kepalanya berdarah. Dosen yang mendengar teriakan Andi dan Joni akhirnya naik ke lantai 3. Dosen melihat Andini sudah tergelatak di lantai. Andi dan Joni menjelaskan semua kejadian yang mereka alami kepada dosen. Leher Joni terlihat merah keungu-unguan karena cekikan Andini yang kesurupan. Andi bertanggung jawab atas perbuatannya. Ia Dibawa kekantor polisi dan di tahan selama 1 tahun. Ia tidak dinyatakan salah sepenuhnya karena dia tidak dengan sengaja dan dia hanya ingin menyelamatkan nyawa Joni.

Andi pun masuk penjara dan Joni masuk kerumah sakit akibat cekikkan Andini yang membuat leher Joni susah untuk bergerak. Sedangkan Andini disemayamkan hari itu juga. Keluarganya sangat sedih, Orangtua dan Adiknya yang bernama Irfan sangat kehilangan Andini.

 

TAMAT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s