Cerpen Misteri“Keanehan di Rumah Sakit”

Cerpen Misteri

“Keanehan di Rumah Sakit”

27 Maret 2009, Joni masih di rumah sakit, ia sebenanrnya sudah sembuh, akan tetapi ia belum boleh pulang. Sehari semalam lagi ia harus dirawat di rumah sakit itu. Joni tidak bersabar lagi menantikan hari esok, ia bisa mendatangi makam Andi sahabatnya, ia bisa kembali bekerja, ia bisa kuliah lagi walaupun tanpa Andi yang biasa menemaninya dan selalu ada kapanpun ia membutuhkan. Tapi sekarang Joni harus membiasakan diri dan menerima kenyataan bahwa Andi sudah tidak didunia lagi.

Malam itu, teman kampus Joni datang menjenguk Joni, ia adalah Hardi. Joni berbagi cerita banyak kepada Joni dan Hardi, atas apa yang pernah ia alami di kostan, di bengkel dan kampus lantai 3, banyak keanehan yang ia alami bersama Andi. Ternyata Hardi juga pernah mengalami itu di lantai 3 kampus mereka. Ketika ia duduk berdua dengan pacarnya Putri, mereka mendengar suara teriakkan dan tangisan yang sangat menyeramkan. Mereka turun dari lantai itu dan mereka menceritakan kepada teman-teman mereka yang lain da ternyata mahasiswa yang lain sudah pernah mengalami kejadian seperti itu.

Pukul 10 malam, Joni dan Hardi masih bercertia tentang pengalaman mereka atas kejadian aneh yang pernah mereka alami. Sedang asyik-asyiknya mereka bercerita, ada yang mengetuk pintu tiga kali. Hardi membuka pintu dan ia tidak melihat siapa-siapa. Hardi kembali menutup pintu, namun belum sempat ia melangkah terdengar lagi suara ketukkan pintu. Hardi tidak berani membuka pintu, ia mendekati Joni dan menyuruh Joni yang membuka pintu sedangkan ia duduk di kursi dengan rasa ketakutan. Dengan perlahan Joni membuka pintu dan melihat kiri kanan, namun tidak ada siapa-siapa yang ia lihat.

Joni pun keluar, penasaran apakah mereka dikerjain atau memang ada kejadian yang aneh lagi yang menimpanya lagi. Joni melihat jejak kaki ke arah kamar rumah sakit di seberangnya. Ia pun mengikuti karena rasa penasaran. Hardi menunggu Joni di kamar Joni dirawat, Hardi takut karena ia sendirian di kamar itu, ia pun keluar tapi saat dia membuka pintu, ternyata pintunya terkunci. Ia minta tolong kepada Joni agar dibukakan pintu tersebut. Sedangkan Joni terus melangkah mengikuti jejak kaki yang aneh itu.

Joni mendengar suara teriakkan Hardi yang minta tolong, ia dengan cepat kembai kearah kamarnya dan berusaha membuka pintu kamarnya. Didalam kamar, Hardi ketakutan mendengar suara tangisan anak kecil dari kamar mandi, semakin lama suara itu semakin terasa mendekati Hardi. Joni minta tolong kepada suster agar pintu dibukakan, ketika suster itu membuka pintu tersebut dengan mudah pintu terbuka dan Hardi keluar dengan sangat ketakutan. Suster heran melihat Hardi dan hanya tersenyum melihat tingakah Hardi. Suster itu pun pergi meninggalkan Joni dan Hardi.

Karena masih penasaran, Joni mengajak Hardi untuk melihat jejak kaki yang menurut dia suatu keanehan. Tapi jejak kaki itu tidak ada lagi, dengan sangat ketakutan Joni lari kearah kamarnya begitu juga dengan Joni. Hardi menceritakan tentang masalah jejak kaki yang ia lihat dan Hardi menceritakan suara-suara yang aneh didalam kamar mandi.

Akhirnya, malam itu Hardi menginap di rumah sakit. Paginya, Hardi di ijinkan untuk pulang, ia dijemput oleh perwakilan dosen dari kampusnya. Biaya pengobatannya sudah ditanggung keluarga Andini dan pihak kampus. Hari itu Joni sudah mulai beraktifitas, ia pergi kemakam Andi, ia sangat bersedih dan meneteskan air mata mengingat semua kenangan bersama Andi. Joni mulai bekerja di bengkelnya dan mulai masuk kampus.

TAMAT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s