Cerpen Misteri “Cincin Kuntilanak”

Cincin Kuntilanak

Pihak kampus  mengadakan acara camping selama 5 hari dalam rangka LDK mahasiswa baru. Semua mahasiswa baru diwajibkan ikut dalam acara tersebut. Panitia telah membagi kelompok yang terdiri dari 6 orang perkelompok. Semua peserta harus membawa peralatan dan perlengkapan, bukan hanya itu peserta juga diwajibkan untuk membawa makanan yang secukupnya.

Keesokan harinya, semua panitia dan peserta berangkat menuju tempat acara camping. Sekitar satu jam perjalanan, akhirnya mereka sampai ketujuan. Semua peserta kelihatan senang dan bahagia, tapi lain dengan Bobi yang kelihatan murung dan tidak semangat mengikuti acara itu. Ia terpaksa mengikuti acara itu, ia tidak bersemangat seperti teman-temannya yang lain.

Ketua kelompok Bobi yang bernama Ari dimarahi oleh panitia, karena salah satu anggotanya hilang yaitu Bobi. Semua anggota Ari diperintahkan untuk mencari Bobi sampai ketemu. Ternyata Bobi duduk dibawah pohon sambil menikmati indahnya panorama ditempat itu. Ari memarahi Bobi, mengapa ia pergi begitu saja dan meniggalkan tempat camping. Bobi hanya terdiam dan tidak berkata apa-apa. Ari menyuruh Bobi kembali ketempat camping dan membantu mendirikan tenda.

Setelah semuanya selesai, semua ketua diperintahkan untuk mencari kayu bakar bersama anggotanya. Dalam waktu 30 menit harus sudah kembali ketempat camping dan harus membawa kayu bakar tidak boleh kosong. Semua kelompok bergerak untuk mencari kayu bakar. Bobi tidak mau mencari kayu bakar dan akibat ulahnya Ari dihukum oleh panitia dan apapun alasannya Bobi harus ikut mencari kayu bakar.

Alvin mengajak Bobi agar ikut mencari kayu bakar dan memaksa Bobi dengan alasan agar ketua mereka jangan lagi merasakan hukuman dari panitia. Karena kasihan, Bobi terpaksa ikut dengan kelompokya. Diperjalanan mereka mencari kayu bakar, Alvin banyak bercerita dengan Bobi, mereka saling menceritakan pengalaman mereka.Bobi menceritakan yang sebenarnya kepada Alvin bahwa ia tidak berminat mengikuti acara yang sedang mereka ikuti.

Alvin memberi semangat kepada Bobi agar tetap menjalani dan mengikuti acara LDK karena itu adalah salah satu syarat mengkuti tugas akhir mereka nantinya. Bobi dan Alvin terus mencari kayu bakar,  begitu juga dengan Ari dan dua anggotanya lagi yaitu Tio dan Yudi. Sedang semangatnya mereka mencari kayu bakar, tiba-tiba hujan turun dan mereka semua mencari tempat untuk berteduh. Ari dan keempat kelompoknya berteduh disalah satu gubuk tua yang sudah hampir rubuh. Hujan yang begitu deras dan angin yang begitu kencang membuat mereka ketakutan. Tio adalah yang paling penakut diantara mereka semua, ia gemetar saat mendengarkan cerita Yudi. Ari dan Alvin tertawa melihat Tio ketakutan, karena mereka tahu kalo Yudi hanya menakuti Tio bukan cerita yang sebenarnya.

Sudah 2 jam hujan tak reda juga, Tio dan Alvin ketiduran digubuk tua itu karena terlalu lama menunggu reda hujan. Ari sudah mulai panic dan ketakutan karena waktu yang disediakan panitia untuk mencari kayu bakar hanya 30 menit, sedangkan mereka digubuk itu sudah 2 jam. Ari memtuskan untuk kembali ketempat camping walaupun mereka semua basah. Ari membangunkan Tio dan Alvin dan mereka berlima pergi meninggalkan tempat itu. Ditengah perjalanan, tiba-tiba Bobi tidak ada dalam barisan mereka. Ari memerintahkan untuk mencari Bobi dan harus ketemu.

Mereka berpencar mencari Bobi. Ari bersama Tio sedangkan Alvin bersama Yudi, mereka berempat berteriak memanggil nama Bobi. Di persimpangan jalan, Alvin dan yudi menemukan rumah,  dan mereka istirahat sebantar karena sudah lelah dalam pencarian Bobi. Ternyata rumah itu berpenghuni dan mereka disuruh masuk. Seorang perempuan yang sangat cantik dan berambut panjang membuat Alvin dan Yudi lupa dalam pencarian salah satu teman mereka. Alvin dan Yudi diberi makanan dan minuman hangat, perempuan itu menemani mereka duduk diruang tamu.

Dengan rasa penasaran Yudi menanyakan siapa nama perempuan itu, dan dengan senyuman yang manis perempuan itu memberitahukan namanya. Ririn adalah nama perempuan itu. Ririn menanyakan tujuan mereka mengapa mereka ada dikampung itu dan mengapa mereka bisa ada di depan rumahnya. Alvin menjelaskan kepada Ririn bahwa mereka sedang mengikuti acara dari kampus.

Ari dan Tio menemukan Bobi tergeletak dibawah pohon. Ari dan Tio berusaha membangunkan Bobi, tapi Bobi tak bangun juga. Akhirnya Ari dan Tio mengangkat Bobi dan membawa ketempat camping mereka. Sampai ditempat camping, panitia membantu Ari dan Tio dan langsung mengobati Bobi. Sekitar pukul setengah enam sore, Alvin dan Yudi belum datang juga. Ari dan Tio khawatir akan keselamatan teman mereka, Akhirnya mereka  memutuskan untuk mencari Alvin dan Yudi.

Alvin dan Yudi masih berada di rumah Ririn, mereka berdua lupa bahwa mereka harus mencari Bobi yang hilang. Alvin pergi kekamar mandi untuk buang air kecil dan Yudi duduk bersama Ririn diruang tamu. Yudi menanyakan kepada Ririn mengapa ia memakai cincin, namun Ririn tidak menjawabnya. Yudi mendengar suara yang aneh didalam kamar, Yudi berdiri seketika dan ingin melihat apa yang ada didalam kamar. Namun Ririn melarang Yudi untuk melihat kamarnya.

Ririn mendekati Yudi dan memegang tangan Yudi dan mengatakan bahwa ia suka kepada Yudi. Yudi hanya terdiam dan Ririn pun memeluk Yudi. Tiba-tiba terdengar suara yang aneh dan Yudi melepaskan pelukkan Ririn, Yudi melihat wajah Ririn berubah menjadi rata, kukunya menjadi panjang, berbaju putih yang membuat Yudi lari meninggalkan rumah itu. Yudi sangat ketakutan dan meninggalkan rumah itu tanpa mengingat lagi bahwa Alvin ada didalam kamar mandi.

Yudi berlari sangat kencang dan ia bertemu dengan Ari dan Tio. Yudi menceritakan semuanya kepada Ari dan Tio atas apa yang ia alami dan ia juga memberitahukan bahwa Alvin masih berada dirumah itu. Mereka bertiga pun pergi ke rumah itu lagi untuk menyelamatkan Alvin. Didalam rumah, Ririn duduk dengan manis dan saat Alvin keluar dari kamar mandi, ia menanyakan kemana Yudi dan mengapa Yudi tidak ada bersama Ririn. Yudi melihat kiri kanannya dan ia seperti melihat ada bayangan yang seakan-akan mengelilinginya.

Ririn memberitahukan bahwa Yudi sudah pamit pulang dan kembali lagi kerumah itu. Alvin disuruh duduk lagi oleh Ririn dan menemani Alvin. Ririn memandangi Alvin terus menerus dan tersenyum melihat Alvin. Ririn mendekati Alvin, namun Alvin merasa ada yang aneh dan menjauh dari Ririn. Dengan rasa ketakutan, Alvin pamit pulang dan Ririn tidak mengijinkannya. Alvin lari meninggalkan Ririn dan berusaha untuk membuka pintu yang terkunci.

Ririn berubah wujud, mukanya menjadi rata dan mendekati Alvin. Ia tertawa dan terus mendekati Alvin. Diluar rumah, Ari, Tio dan Yudi mendengar teriakan Alvin. Mereka berusaha untuk membuaka dan mendobrak pintu. Saat pintu berhasil terbuka, mereka melihat Alvin sudah tergeletak dilantai dengan berlumuran darah dari lehernya. Ari melihat cincin jari manis Alvin yang sebelumnya tidak ada di jari Alvin.

Yudi masuk kedalam rumah itu dan berteriak kencang, menyuruh perempuan itu keluar  dan datang dihadapannya. Tiba-tiba pintu tertutup dengan sendirinya dan mereka bertiga terjebak didalam rumah itu. Terdengar suara kuntilanak yang semakin lama semakin mendekati mereka. Yudi kembali berteriak menyuruh kuntilanak itu datang dihadapannya. Ari dan Tio mendobrak pintu dan akhirnya terbuka. Ari mengajak Yudi untuk meninggalkan tempat itu, namun tiba-tiba sesosok kuntilanak dengan muka yang rata mencekik leher Yudi.

Ari dan Tio sangat ketakutan melihat darah yang bercucuran keluar dari leher Yudi. Mereka berdua pun meninggalkan rumah itu dan berlari menuju tempat camping mereka. Sesampainya ditempat camping, Ari menceritakan atas apa yang mereka alami. Para panitia langsung pergi ketempat yang dimaksud Ari. Semua peserta dan panitia pergi rumah aneh itu. Sesampainya ditempat itu, Ari dan Tio tidak melihat ada rumah yang seharunya ada di tempat itu.

Panitia melihat ada dua mayat yang tergeletak di sekitar bawah pohon. Kedua mayat itu ternyata mayat Alvin dan Yudi. Panitia juga melihat ada cincin dijari manis Alvin dan Yudi. Bobi yang juga sudah sadarkan diri ikut melihat ketempat kejadian meninggalnya Alvin dan Yudi. Bobi bersedih dan merasa bersalah karena ia tidak menceritakan sebelumnya kepada teman-temannya bahwa ditempat itu memang terkenal angker.

Itulah alasan mengapa Bobi selalu tidak semangat dan selalu menghilang ketakutan. Ia menceritakan kepada Ari dan Tio bahwa lima tahun yang lalu ada seorang perempuan yang bunuh diri di kampung itu. Cerita itu ia dengarkan dari cerita ibunya yang pernah tinggal dikampung itu. Ayahnya meninggal karena dibunuh oleh kuntilanak dan kematian Ayahnya sama dengan kematian Alvin dan Yudi. Korbannya selalu laki-laki dan pada setiap korban yang meninggal selalu ada cincin di jari manis mereka.

Lima tahhun yang lalu ada seorang perempuan yang sudah bertunangan dengan laki-laki yang merupakan orang yang terkaya dikampung itu. Namun, tidak pernah dibayangkan oleh perempuan itu, tunangannya meninggal. Karena malu dan ia sudah hamil muda, ia pun memutuskan untuk bunuh diri. Dengan memakai cincin tunangannya ia mati gantung diri disalah satu rumah kosong yang ada dikampung itu. Tidak ada yang tahu atas kematiannya, tapi setelah dua minggu kemudian ada salah satu warga yang menemukan mayatnya tergantung di rumah kosong itu.

Bobi terus menceritakan kepada Ari dan Tio, bahwa Ia dulu pernah tinggal dikampung itu dan Ibunya sangat ketakutan tinggal dirumah itu karena Ayah Bobi telah dibunuh oleh sesosok kuntilanak. Pada akhirnya Bobi dan Ibunya pindah kerumah neneknya dan meninggalkan kampung itu. Sedang asyik-asyiknya Bobi bercerita tiba-tiba panitia menyuruh mereka kembali lagi ketempat camping. Sedangkan mayat Alvin dan Yudi dibawa kerumah sakit terdekat untuk diotopsi.

Setelah mereka sampai ditempat camping, Bobi kembali menceritakan kepada Ari dan Tio bahwa cara agar arwah perempuan itu tidak gentayangan lagi, cincin yang ada dijari perempuan itu harus dilepaskan.  Ari, Tio dan Bobi berencana untuk datang ketempat itu untuk  melepaskan cincin yang ada di jari kuntianak itu.Tanpa sepengetahuan panitai, mereka bertiga pergi ketempat meninggalnya Alvin dan Yudi.

Sesampainya di tempat itu, mereka kembali melihat rumah dan dengan harapan bisa melepaskan cincin dari jari kuntilanak itu,mereka bertigapun masuk kedalam rumah aneh itu. Didalam rumah itu mereka melihat ada seorang perempuan cantik yang menawarkan mereka makan dan minum. Dengan berpura-pura, mereka bertiga mengikuti kemauan perempuan itu. Mereka bertigapun duduk dikursi diruang tamu. Ririn memandang terus menerus wajah Bobi dan mendekati Bobi.

Tio sangat ketakutan dan merasakan ada yang aneh didalam rumah itu. Ari bersiap-siap untuk memegang tangan perempuan itu dan melepaskan cincin dari jari perempuan itu. Tiba-tiba Bobi dipeluk oleh perempuan itu dan Bobi langung memegang tangan perempuan itu, dengan cepat Ari melepaskan cincin dari jari manis perempuan itu. Cincin itupun terlepas dan arwah perempuan itu menghilang.

Mereka bertiga pergi meninggalkan tempat itu dan kembali ke tempat camping. Mereka bertiga merasa lebih puas karena tidak ada lagi yang mengganggu mereka dan dikampung itu tidak ada lagi yang menghantui. Keesokan harinya, panitia memutuskan untuk menutup acara LDK itu dengan alasan tempat camping mereka tidak aman. Semua panitia dan pesertapun pergi meninggalkan tempat itu.

Tamat 10 Nov 2012, 16:53, Pondok Cabe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s