Cerpen Misteri“Keanehan didalam Sel”

Cerpen Misteri

“Keanehan didalam Sel”

25 Maret 2012, didalam sel yang tidak berpenghuni dan hanya Andi lah didalam sel tersebut. Akibat perbuatannya ia harus mendekam didalam sel selama setahun dan meninggalkan teman setianya yang selalu bersamanya, namun malam ini ia sendirian tanpa Joni. Ia selalu terbayang wajah Andini, ia selalu terbayang akan kesalahannya yang pernah ia buat.

Menangis dalam sujudnya, Andi menyesali kesalahannya dan perbuatannya. Ia tak bisa memejamkan matanya, gelisah mondar mandir dan tidak bisa diam. Penjaga sel mengatarkan makanan padanya. Andi bertanya apakah dia memang sendiri di sel tersebut atau ada yang lain menemaninya, tapi penjaga itu tidak menjawab. Setelah ia mengantar makanan, penjaga itu langsung pergi ketempatnya lagi.

Andi pun dengan lahap, karena seharian dia tidak makan, hanya diberi minum oleh penjaga. Suapan ketiganya, ia mendengar suara desahan di tembok didekatnya. Ia tetap bersikap santai dan tidak terlalu memperdulikannya, ia terus makan. Suara aneh kembali terdengar, kali ini ia mendengar suara anak bayi yang menangis dan suara anak kecil berteriak kelaparan meminta agar dikasih makan.

Andi tetap tidak memperdulikannya, ia tetap menyuap makanannya. Tiba-tiba lehernya belakangnya terasa dingin. Andi terdiam seketika, jantungnya bedetak kencang, dengan perlahan ia melihat ke belakang tapi tidak ada apa-apa yang ia lihat. Tiba-tiba andi mencium bau busuk yang sangat menyengat dan ia berhenti makan. Lehernya kembali dingin, ia mendengar suara teriakan perempuan yang mint tolong kesakitan dan mendengar suara tangisan anak kecil.

Andi menoleh kebelakang dan ia pun melihat sesosok perempuan yang berambut panjang, bermuka rata, berbaju putih dan matanya yang sangat menyeramkan. Andi minta tolong kepenjaga sel, tapi penjaga sel tidak mendengar. Andi berusaha lari,tapi sudah pasti tidak bisa karena ia didalam sel.Tiba –tiba kakinya diseret dan di cekik yang mengakibatkan ia mati seketika.

Paginya, jasad Andi disemayamkan di kuburan dekat kuburan Andini disemayamkan. Joni sangat bersedih atas kepergian sahabatnya, ia juga tidak bisa datang dalam pemakaman sahabatnya, karena ia masih dirawat dirumah sakit. Joni menangis dalam kesedihan, kehilangan sahabat terbaiknya. Entah mengapa Irfan, adik Andini merasa puas dengna kepergian Andi, mungkinkan Irfan dendam dengan Andi karena yang ia tahu Andilah yang mengakibatkan kakaknya meninggal dunia. Irfan tersenyum dan merasa bahgaia atas kepergian Andi.

 

TAMAT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s