Cerpen Cinta “Cinta Tak Sampai”

Cinta Tak Sampai

Hari yang indah bagi Sofi, karena ia bertemu dengan seorang pria yang sangat tampan, ia tidak bisa melupakan kejadian hari itu. Sofi sangat bahagia dan wajahnya hari itu berseri-seri. Ia seakan-akan tidak rela untuk melewati hari itu, ia berharap bisa bertemu lagi dengan pria idamannya itu. Sofi belum sempat berkenalan dengan pria itu dan belum sempat mengucapkan terimakasih karena pria itu sudah membantunya.

Hingga suatu hari, mereka dipertemukan lagi.Di suatu tempat, Sofi dan pria itu kembali bertatap muka dan saling berkenalan. Sofi sangat bahagia, hatinya berbunga-bunga karena ia bisa bertemu lagi dengan pria idamannya. Sofi mengajak pria itu makan di Kafe sebagai ucapan terimakasihnya kepada pria itu karena ia telah dibantu pria itu.

Hari demi hari mereka semakin dekat, mereka semakin sering menghabiskan waktu berdua. Suatu hari Pria itu berjanji akan menemui  Sofi lagi dan mengajaknya nonton kebioskop. Pria itu ingin mengungkapkan perasaannya bahwa ia menyukai Sofi. Pria itu membawa setangkai bunga mawar merah dan berharap cintanya diterima oleh Sofi.

Sofi menunggu kedatangan pria idamannya dan berharap pria idamannya juga memiliki perasaan yang sama sepertinya. Sofi tidak sabar lagi menunggu kedatangan pria idamannya. Setelah satu jam kemudian, pria itu belum datang juga kerumah Sofi. Sofi terus bersabar untuk menunggu dan terus menunggu.

Sekitar dua jam Sofi menunggu pria idamannya, dan akhirnya ia memutuskan untuk datang kerumah pria idamannya. Ditengah perjalanan, Sofi melihat banyak orang yang mengelilingi  sebuah mobil dengan muka yang panik. Sofi turun dari mobilnya dan menanyakan kepada salah seorang pria, apa yang sebenarnya terjadi hingga jalan begitu macet. Pria itu menjawab bahwa telah terjadi kecelakaan dan korbannya tewas seketika.  Dengan rasa penasaran, Sofi mendekati tempat kecelakaan itu.

Ketika ia membuaka Koran yang menutupi mayat korban, ia terkejut dan berteriak. Ia menagis dan sangat bersedih karena korban kecelakaan itu ternyata pria idamannya. Ia meneteskan air mata, ia mengucapkan satu kalimat kepada pria idamannya bahwa ia sangat mencintai pria itu. Ia menyesali karena selamanya ini ia masih memendam perasaannya. Ia juga tidak tahu bahwa sebenarnya pria itu juga mencintainya. Sofi mengambil bunga mawar merah yang tidak terlepas dari tangan pria itu. Sofi mencium kening pria itu dan terus menangis. Cinta mereka tak sampai, janganlah menunggu waktu yang lama, jika mempunyai perasaan, jangan takut untuk mengungkapnya apalagi memendamnya.

Sekian, 10 Nov 2012, 13:58, Pondok Cabe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s