Cerpen Misteri“Teriakkan Kuntilanak”

Cerpen Misteri

“Teriakkan Kuntilanak”

5 April 2009, Malam yang tidak seperti malam sebelumnya, hujan turun begitu deras diiringi dengan suara petir dan gemuruh yang membuat Putri ketakutan. Mobil Hardi terjebak lumpur ketika ia mau mengantar Putri kerumah. Ia pun menelepon Joni agar bisa datang ke tempat mobil mereka terjebak. Putri meminta agar mereka keluar dari mobil dan berteduh disalah satu rumah yang dekat dari tempat mobil mereka.

Putri merasa ada yang aneh didalam mobil, karena itulah ia memaksa untuk keluar dari mobil. Mereka pun berteduh di salah satu rumah yang kelihatan begitu sudah tua. Hujan semakin deras, angin semakin kencang, Putri dan Hardi duduk didepan rumah yang kebetulan ada dua kursi yang tersedia. Karena takut dituduh berbuat zina, Hardi berniat meminta ijin untuk berteduh dirumah tersebut.

Hardi mengetuk pintu tiga kali namun tidak ada jawaban, kembali ia ketuk dan mengucapkan salam, namun tidak ada jawaban lagi. Hardi pun duduk kembali bersama Putri, mereka menunggu kedatangan Joni dan menunggu berhentinya hujan yang begitu deras. Joni meminjam kepada bos bengkel tempat ia bekerja, ia membawa teman kerjanya yang bernama Fatir. Joni menelepon Hardi dan menanyakan dimana sebenarnya tempat mobil mereka terjebak. Hardi menjelaskan bahwa tempat mobil mereka terjebak tepat berada di depan salah satu rumah yang kelihatan sudah tua arah kerumah Putri.

Didepan rumah, Hardi ingin mencium Putri dan mengungkapkan bahwa yang ia cintai hanyalah Putri. Hardi memegang tangan Putri dan memeluk Putri. Tiba-tiba terdengar suara teriakan perempuan dari dalam rumah yang membuat Putri terkejut dan melepaskan pelukkan Hardi. Mereka berdua memberanikan diri membuka pintu rumah dan masuk kedalam rumah tersebut. Dengan langkah yang perlahan, Hardi melihat kekiri kekanan namun suasana dirumah itu begitu gelap. Hardi menghidupkan korek yang ia bawa dan mereka masuk kedalam rumah tersebut.

Suara teriakkan itu berhenti seketika. Hardi kembali memeluk Putri dan mencium Putri. Tiba-tiba pintu tertutup dengan sendirinya, teriakkan perempuan terdengar kembali. Hardi melihat ada yang lewat dibelakang Putri, ia pun langsung melepaskan pelukkannya dan berusaha membuka pintu namun ketika ia membuka pintu, kaki Hardi tiba-tiba ditarik oleh sesosok perempuan dan Hardi terjatuh. Kepalanya terbentur dilantai dan kepalanya berdarah. Putri menangis ketakutan dan meminta tolong, Putri berusaha membuka pintu. Terdengar suara bunyi handphone Hardi, ternyata Joni yang menelepon Hardi. Putri meminta tolong kepada Joni bahwa mereka dalam keadaan darurat, Putri mengatakan bahwa mereka berada didalam rumah didekat mobil mereka terjebak. Joni dan temannya Fatir langsung berlari kearah rumah yang Putri maksud.

Putri berteriak kencang, meminta tolong dan berharap Joni bisa menyelamatkanya. Putri melihat kebelakang dan ia merasakan ada yang lewat didepannya. Suara teriakan kuntilanak membuat Putri gemetar, jantungnya berdetak kencang, ia menangis dan membangunkan Hardi. Joni dan Fatir berusaha membuka pintu, mereka mendengar suara teriakan Putri didalam rumah. Putri melihat sesosok perempuan beramput panjang yang berada tepat didepannya. Ia berlari kearah ruang tengah, tapi ia tak bisa Melihat apa-apa karena didalam rumah tersebut begitu gelap. Putri terdiam di ruang tengah rumah tersebut, tiba-tiba ada yang mencekik lehernya dan melemparkan Putri kearah tembok.

Pintu berhasil terbuka, Joni dan Fatir melihat Hardi sudah tergeletak dilantai, Joni juga melihat Putri sudah berlumur darah. Ternyata Hardi dan Putri tidak bernyawa lagi. Joni dan Fatir membawa mayat Hardi dan Putri, dan Fatir menelepon orang tua Hardi dan kakak Putri bahwa Hardi dan Putri telah meninggal dunia.

Siangnya, Jenajah Hardi dan Putri disemayamkan berdekatan. Keluarga Hardi sangat kehilangan Hardi, begitu juga dengan kakak Putri yang kehilangan adik tersayangnya.Joni dan Fatir meninggalkan tempat pemakaman dan mereka merasa bersalah karena tidak bisa menyelamatkan Hardi dan Putri.

TAMAT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s