Evaluasi Hasil Belajar Dalam Pendidikan Jarak Jauh

Evaluasi Hasil Belajar

Berbicara tentang hasil belajar tentunya tidak terlepas dari hasil evaluasi hasil belajar siswa. Setiap orang yang melakukan sesuatu, maka sudah tentu ingin mengetahui hasil yang dilakukannya. Siswa dan guru merupakan orang yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Tentu mereka ingin mengetahui hasil proses dan hasil kegiatan pembelajaran. Untuk itu guru harus mengadakan evaluasi. Hal ini berarti bahwa evaluasi merupakan kegiatan yang tidak bisa dipisahkan dari setiap proses pembelajaran.

Hasil akhir dari proses belajar mengajar sebagai perwujudan segala upaya yang telah dilakukan selama proses berlangsung sering dikaitkan dengan pengelolaan kelas dan nilai siswa setelah evaluasi diberikan yang selanjutnya dikenal sebagai hasil belajar. Hasil belajar dikukuhkan sebagai nilai yang ada dalam rapor, karena rapor merupakan perumusan terakhir yang diberikan oleh guru mengenai kemajuan hasil belajar anak didiknya selama dalam masa tertentu.

Menurut Briggs bahwa hasil belajar adalah kecakapan dan hasil yang dicapai melalui proses belajar-mengajar di sekolah yang dinyatakan dalam angka-angka yang diukur dalam tes hasil belajar. Pendapat lain menurut Usman bahwa hasil belajar adalah hasil akhir dari proses belajar mengajar sebagai perwujudan segala upaya yang telah dilakukan selama prose situ berlangsung. Sementara itu, pencapaian hasil belajar lebih sering dikaitkan dengan nilai perolehan siswa setelah proses belajar mengajar dan evaluasi dilakukan . hasil yang diciptakan setelah terjadi proses belajar itu merupakan bukti utama dari proses belajar.

Menurut Dimyati dan Mujiono, evaluasi hasil belajar menekankan kepada diperolehnya informasi mengenai seberapakah perolehan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan. Sedangkan evaluasi pembelajaran merupakan proses sistematis untuk memperoleh informasi tentang keefektifan proses pembelajaran dalam membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran secara optimal.Jadi evaluasi hasil belajar siswa untuk menetapkan baik buruknya kegiatan pembelajaran. Sedangkan evaluasi pembelajaran untuk menetapkan baik buruknya proses dari kegiatan pembelajaran.

Evaluasi hasil belajar merupakan komponen penting dalam kegiatan pembelajaran. Tanpa evaluasi hasil belajar, kemajuan dan keberhasilan belajar peserta didik akan menjadi sulit diukur. Peran evaluasi hasil belajar semakin menonjol dalam sistem PJJ karena interaksi fisik antara pendidik dan peserta didik sangat kurang jika dibandingkan dengan interaksi dalam pendidikan tatap muka.

Kemampuan menilai hasil belajar siswa perlu dimiliki oleh setiap guru. Kemampan yang dimaksud adalah kemampuan mengukur tingkah laku siswa dan kemampuan dirinya untuk mengajar dan dalam membuat program. Dalam setiap pekerjaan evaluasi ada 3 sasaran yang hendak dicapai, yaitu:

  1. Prestasi belajar berupa pernyataan dalam bentuk angka dan nilai tingkah laku,
  2. Prestasi mengajar berupa pernyataan, lingkungan yang mempengaruhinya melalui penghargaan atau prestasi tang ingin dicapainya dan
  3. Keunggulan program atau satuan pelajaran yang dibuatnya karena relevan dengan kebutuhan siswa dan lingkungannya.

Evaluasi mengandung dua aspek yang penting yaitu:

  1. Dalam evaluasi terdapat suatu proses sistematik untuk mengukur apakah siswa dapat mendiagnosa, menyeleksi dan menyelesaikan suatu pekerjaan.
  2. Evaluasi digunakan untuk mengukur, menilai pencapaian tujuan dan keberhasilan dari kerja atau usaha guru.

Jenis-Jenis Hasil Belajar

  1. 1.      Ingatan

Hasil belajar pada tingkatan ini ditunjukan dengan kemampuan mengenal atau

menyebutkan kembali fakta-fakta, istilah-istilah, hukum, atau rumusan yang telah dipelajari.

  1. 2.      Pemahaman

Hasil belajar yang dituntut dari tingkat pemahaman adalah kemampuan menangkap makna atau arti dari suatu konsep. Pada hasil belajar tingkat pemahaman terdiri dari tiga tingkatan yaitu pemahaman terjemah, penafsiran, dan ekstrapolasi.

 

  1. 3.      Penerapan

Hasil belajar penerapan adalah kemampuan menerapkan suatu konsep, hukum, atau rumus pada situasi baru.

  1. 4.      Analisis

Hasil belajar analisis adalah kemampuan untuk memecah, menguraikan suatu integritas atau kesatuan yang utuh menjadi unsur-unsur atau bagian-bagian yang mempunyai arti. Hasil belajar analisis ditunjukan dengan kemampuan menjabarkan atau menguraikan atau merinci suatu bahan atau keadaan ke bagian-bagian yang lebih kecil, unsur-unsur atau komponen-komponen sehingga terlihat jelas hubungan antara komponen-komponen yang satu dengan yang lain. Pada hasil belajar analisis terdapat tiga tingkatan yaitu analisis elemen, analisis hubungan, analisis prinsip-prinsip yang terorganisasi.

  1. 5.      Sintesis

Hasil belajar sintesis adalah hasil belajar yang menunjukan kemampuan untuk menyatukan beberapa jenis informasi yang terpisah-pisah menjadi satu bentuk komunikasi yang baru dan lebih jelas dari sebelumnya. Hasil belajar sintesis dikelompokan ke dalam tiga kelompok yaitu kemampuan melahirkan komunikasi yang unik, kemampuan membuat rancangan, dan kemampuan mengembangkan suatu tatanan hubungan yang abstrak.

  1. 6.      Evaluasi

Hasil belajar evaluasi adalah hasil belajar yang menunjukan kemampuan memberikan keputusan tentang nilai sesuatu berdasarkan pertimbangan yang dimiliki atau kriteria yang digunakan. Kriteria yang dapat digunakan yaitu kriteria yang dikembangkan sendiri oleh peserta didik dan kriteria yang diberikan oleh guru.

 

 

 

 

 

 

 

 

Pada sektor pendidikan formal evaluasi hasil belajar umumnya dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu: evaluasi formatif dan evaluasi sumatif.

1. Evaluasi Formatif

Evaluasi formatif atau tes formatif dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan langkah-langkah perbaikan bukan hanya untuk membuktikan keberhasilan atau kegagalan belajar peserta didik. Tes ini bertujuan untuk memperoleh umpan balik terhadap keberhasilan peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung dan dilakukan pada berbagai titik saat berlangsungnya proses pembelajaran, misalnya pada setiap akhir pelajaran atau setiap akhi unit pembelajaran.

Hasil tes digunakan sebagai bahan untuk memperbaiki proses pembelajaran. Kegiatan ini sebaiknya dilakukan secara terus-menerus selama proses pembelajaran berlangsung, untuk meningkatkan keberhasilan belajar peserta didik.

Untuk membantu proses belajar peserta didik, dalam bahan ajar disediakan latihan-latihan atau pertanyaan-pertanyaan atau tugas-tugas, dan diakhir kegiatan belajar tertentu disediakan tes formatif untuk mengarahkan mereka agar dapat mengukur keberhasilan belajarnya sendiri. Pada program PJJ, tes formatif biasanya ada pada akhir modul.

Latihan-latihan atau pertanyaan-pertanyaan atau tugas-tugas berfungsi sebagai alat diagnosis untuk mendeteksi kesulitan-kesulitan peserta didik dalam mempelajari bagian bahan ajar yang sedang dihadapi. Peserta didik mengetahui hasilnya dengan cara membandingkan hasil pengerjaannya dengan jawaban yang telah disediakan di bahan ajar itu sendiri. Demikian juga dengan tes formatif, peserta didik mengerjakan tes formatif yang disediakan, kemudian mencocokkan hasilnya dengan kunci jawaban yang telah disediakan pula.

Selain bentuk tersebut, juga memungkinkan peserta didik mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh tutor. Tugas tersebut diperiksa oleh tutor, kemudian mengembalikannya kepada peserta didik sebagai umpan balik kepada peserta didik.

Dengan mengerjakan berbagai bentuk alat evaluasi formatif di atas, peserta didik dapat mengetahui kemajuan belajar mereka sendiri dan sekaligus dapat mengetahui kesulitan-kesulitan dalam proses pembelajaran. Bila pencapaian mereka belum memenuhi kriteria tertentu, misalnya 80%, maka peserta didik dianjurkan untuk mengulang atau mempelajari kembali konsep-konsep atau prinsip-prinsip yang belum dikuasai.

2. Evaluasi Sumatif

Evaluasi sumatif dilakukan pada akhir proses pembelajaran. Evaluasi atau tes ini bertujuan untuk menetukan apakah peserta didik menguasai materi yang telah dipelajari. Dengan kata lain, evaluasi sumatif diberikan untuk mengetahui apakah peserta didik telah mencapai hasil belajar yang diharapkan sesuai yang ditentukan pada tujuan pembelajaran.

Hasil evaluasi digunakan terutama untuk memberikan nilai bagi peserta didik atau menetukan kelulusan peserta didik. Apabila hasil penilaian menunjukkan bahwa peserta didik belum mencapai tujuan pembelajaran yang telah direncanakan, pengajar dapat memberikan pelajaran tambahan untuk memastikan ketercapaian tujuan pembelajaran tersebut.

Pada sistem PJJ di Indonesia tes sumatif dapat diberikan dalam bentuk:

  1. Tugas Mandiri
  2. Ujian Akhir Semester
  3. Tugas Tutorial
  4. Ujian Praktek (termasuk pembuatan laporan)
  5. Ujian Komprehensif Tertulis

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                           DAFTAR PUSTAKA         

http://auliamakro.wordpress.com/evaluasi-pembelajaran/jenis-jenis-evaluasi-pembelajaran/

http://dedi26.blogspot.com/2012/07/jenis-jenis-hasil-belajar.html

http://juprimalino.blogspot.com/2012/02/definisipengertian-hasil-belajar.html

http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2325407-pengertian-evaluasi-hasil-belajar/

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s