Contoh Menulis Premis dan Sinopsis

Premis : Kasih Sayang Anak Terhadap Ibu

Sinopsis :

Karangan Haidi

Di suatu desa, hiduplah seorang gadis yang cantik dan pekerja keras. Ia tinggal bersama Ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan. Ayahnya sudah lama meninggal dunia semenjak ia berusia 1 tahun. Kini ia harus menjadi tulang punggung keluarga, merawat ibunya yang sakit. Ia bernama Putri.

Pagi Itu, Putri berusaha bekerja keras untuk mengabulkan permintaan ibunya yaitu sebuah kain tenun yang selama hidup belum pernah dimiliki ibunya. Putri, dengan penuh semangat dan kerja kerasnya tetap tidak berputus asa ketika ia ditolak untuk berkerja disuatu tempat yang merupakan tempat kerja ayahnya semasa hidup. Putri tidak diterima dikarenakan kelakuan ayahnya yang dahulu hampir menghancurkan tempat kerja tersebut. Putri ditarik keluar dan dipaksa untuk pergi dari tempat kerja itu. Putri sangat bersedih, namun dia tetap berusaha.

Beberapa hari kemudian, akhirnya Putri bertemu dengan seorang Bapak yang merupakan pemilik rumah makan. Putri diterima dan bekerja di tempat itu. Hari pertama kerjanya, Putri harus rela meninggalkan ibunya sendirian di rumah sejak pagi hari.Ia harus bekerja untuk mendapatkan uang dan membelikan kain tenun yang di minta ibunya.

Beberapa hari kemudian Putri dikeluarkan dari tempat kerja karena ia di fitnah oleh Sofia yang merupakan anak pemilik rumah makan. Putri dengan sangat sedih harus rela meninggalkan tempat kerjanya karena ia di fitnah mencuri uang didalam laci. Namun, meskipun seperti itu Putri tetap menerima haknya, ia diberi uang sebesar seratus ribu. Uang yang dimiliki Putri sudah cukup untuk dibelikan sebuah kain tenun. Putri langsung membelikan kain tenun kepada ibunya. Ia sangat senang karena bisa mengabulkan permintaan ibunya. Di tengah perjalanan menuju rumahnya, hujan turun dan membasahi putri, di jembatan yang terbuat dari bambu-bambu, dengan hati-hati Putri melewati jembatan itu. Angin dan petir mengiringi derasnya hujan. Dengan tidak sengaja kain tenun yang dipegang Putri terjatuh ke sungai kecil dan terhanyut. Putri berusaha mencarinya namun ia tidak menemukan.

Ia pun sampai dirumah, dengan air matanya berlinang, tubuhnya yang kedinginan dan mukanya yang pucat. Ia langsung menuju kekamar ibunya dan memeluk ibunya sambil menangis. Ia mengucapkan dengan sepenuh hati bahwa ia sangat mencintai ibunya dan meminta maaf karena belum bisa mengabulkan permintaan ibunya.

Beberapa menit kemudian, Putri masih memeluk ibunya dan terus memeluk ibunya. Hingga tak terdengar suara lagi dari mulut Putri. Ibunya dengan perlahan melepas pelukan Putri, dan tiba-tiba Putri terjatuh dipangkuan ibunya. Ibunya membangunkan Putri dan ternyata anaknya sudah tidak bernyawa lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s