Cerpen Misteri “Misteri Kamar 22”

Cerpen Misteri

“Misteri Kamar 22”

Andi dan Joni adalah dua orang yang baru tinggal di kostan Ibu Ani. Mereka berdua kuliah di salah satu universitas yang ada di kota itu. Andi dan Joni ditempatkan dikamar 22 yang sudah lama kosong karena kamar tersebut penuh dengan misteri. Andi dan Joni tidak mengetahui tentang misteri yang ada pada kamar 22. Ibu Ani memilihkan tempat tersebut karena dari 30 kamar kostan semuanya telah terisi kecuali kamar 22. Ibu Ani tidak menceritakan hal-hal yang aneh yang pernah ia alami.

Malam pertama mereka ngekost di kostan Bu Ani, mereka sudah merasakan hal yang aneh, kejadian yang tidak masuk akal. Pada awalnya Andi dan Joni tidak merasakan ketakutan dan biasa saja. Tapi semakin malam kejadian aneh dan suara-suara aneh mulai terdengar. Suara teriakan anak kecil yang minta tolong, suara tangisan yang membuat mereka semakin ketakutan.

Pukul tiga malam, Andi dan Joni tidak bisa memejamkan mata dan gelisah karena mereka mendengar dan selalu di takuti oleh suara yang aneh. Joni memberanikan diri untuk keluar dari kamar dan meninggalkan Andi sendirian di kamar mereka. Dengan langkah yang perlahan dan lirikan matanya kekiri kekakan, jantungnya berdetak kencang dan bercucuran keringat. Tiba-tiba ia di kejutkan suara barang yang jatuh di dapur kostan mereka. Joni mengajak Andi untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di dapur tersebut.

Ketika mereka Menuju dapur, terdengar suara tangisan didalam kamar mandi, Joni terkejut dan lari meninggalkan Andi keluar kamar. Andi mengikuti Joni, namun saat Andi ingin keluar dari kamar itu, dengan tiba-tiba pintu tertutup dan terkunci. Andi membuka jendala, tapi tidak bisa. Tiba-tiba listrik padam, suasana didalam kamar gelap, suara tangisan itu semakin mendekati Andi. Joni berusaha membuka pintu dan berusaha menyelamatkan Andi yang terjebak dalam kamar. Andi berteriak kencang minta tolong, Joni terus mendorong pintu agar bisa terbuka.

Andi teringat bahwa mereka memiliki kunci pintu, tapi kunci tersebut ada didalam tasnya. Ia memberikan diri mengambil kunci didalam tasnya. Dengan penuh kegelapan, Andi dengan perlahan meraba tasnya dan disaat ia mengangkat yang ia dapatkan, ternyata ia mengangkat sepenggal kepala dengan rambut yang panjang, ia melapaskan dan berlari ke arah pintu. Tiba-tiba pintunya terbuka, mereka berdua berlari keluar dan meninggalkan kostan tersebut.

Pukul lima pagi mereka sudah berada di masjid dan dibagunkan oleh seorang Ustad dan menyuruh mereka melaksanakan shalat subuh. Andi dan Joni pun langsung mengambil wudhu dan shalat berjamaah dengan Ustad tersebut. Setelah selesai, Andi dan Joni menceritakan apa yang mereka alami. Setelah mendapat nasehat dari Ustad tersebut, mereka pergi dan meninggalkan kota tersebut.

 

TAMAT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s