Cerpen Cinta “Penantian Panjang”

Penantian Panjang

“Pandangan Pertama”

Melewati hari-hari tanpa sang kekasih mungkin tidak semua orang bisa menjalaninya. Melewati malam-malam tanpa dihiasi bintang dan terangnya rembulan, mungkin tidak semua orang bisa melewatinya. Rindu yang sudah lama dipendam dan hanya menjadi penantian panjang, tidak tahu apakah penantian itu akan berakhir pada kebahagiaan, atau berakhir kekecewaan dan hanya membuat sakit hati. Cinta terkadang membuat seseorang merasakan sakit hati yang sesungguhnya dan terkadang merasakan arti cinta yang sesungguhnya. Terkadang jarak tak membuat seseorang lupa akan siapa yang ia cintai dan berusaha untuk setia.

Cinta tidak selamanya kan hancur karena jarak yang memisahkan, namun cinta bisa bersatu walaupun jarak yang memisahkan. Kesetiaan akan berubah semuanya, setia akan suatu janji yang terucap dan kasih sayang yang sesungguhnya. Hal yang tak mungkin dilewati oleh seorang kekasih yang menunggu pujaan hatinya bertahun-tahun. Namun ia setia akan penantian panjangnya, karena ia percaya kesetiaan akan berubah semuanya. Ia menanti, ia menunggu dan berharap jalinan cinta mereka akan tetap terikat sampai mereka dipertemukan lagi.

Kisah itu pernah di alami oleh seorang sahabatku yang bernama Hengki dan kekasihnya yang bernama Tila. Mereka bertemu disaat Hengki masih duduk di kelas 2 SMK dan Tila yang pada saat itu masih kelas 2 SMP. Awalnya, Hengki dan teman-temannya ditunjuk oleh Pembina pramuka mereka untuk melatih siswa-siswi yang ada di salah satu SMP di daerah tersebut. Hengki dan temannya yang bernama Aji dan teman-teman yang lain ternyata melatih siswa-siswi di SMP tempat sekolah Tila. Disanalah mereka pertama berjumpa dan saling mengenal.

Hengki yang terpana akan kecantikan Tila dan senyuman pertama yang dilihat Hengki membuatnya jatuh cinta. Hengki tak sanggup menahan dan memendam perasaannya hingga suatu malam ia bertemu dengan Tila di suatu tempat. Hengki mengungkapkan perasaannya kepada Tila, namun tidak pernah diduga Hengki ternyata cintanya tidak dibalas oleh Tila. Malam yang sangat menyakitkan bagi Hengki, tidak ada jawaban lain dari Tila selain mengatakan bahwa Tila belum siap untuk berpacaran dan mengatakan kalau mereka lebih baik berteman saja karena berteman menurut Tila lebih baik daripada mereka harus menjalin hubungan.

Suatu hari, saat Hengki berangkat ke sekolahnya bersama temannya, Hengki bertemu lagi dengan Tila. Hengki menanyakan apakah Tila benar-benar tidak memiliki perasaan sama sepertinya, namun Tila hanya terdiam dan pergi meninggalkan Hengki. Hengki binggung dengan ini semua, ia sangat berharap bisa memiliki Tila dan menjadikan kekasih hatinya. Hengki tidak ingin melewari hari-harinya tanpa kehadiran Tila, Hengki menginginkan agar Tila bisa membalas cintanya. Namun Hengki tidak ingin memaksa Tila untuk membalas cintanya kerena cinta memang tidak untuk dipaksakan. Hengki menyadari kalau cinta dan rasa suka itu memang datang dari hati dan bukan dari paksaan.

Tetap bersabar dan menunggu hari indah itu, ia tidak ingin lagi mengalami dan merasakan sakitnya cinta. Karena ia pernah disakiti oleh seorang mantan kekasihnya yang menduakan cintanya. Hengki mengucapkan kata berpisah kepada kekasih yang pada saat itu kekasihnya dalam keadaan menangis dan menyesali perbuatnnya, meminta maaf kepada Hengki. Kekasih yang sangat dicintai dan disayangi oleh Hengki dengan terpaksa ia harus melepasnya. Ia tak menyangka jika mantan kekasihnya itu tega menyakitinya dan menduakan cintanya, Kesetiaan yang selama ini di jaga Hengki ternyata dibalas dengan penghianatan. Itulah hal yang tidak mungkin diingikan oleh siapapun, termasuk Hengki. Ia ingin mendapatkan kekasih yang tulus mencintainya dan tidak menduakan cintanya.

TAMAT

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s